Ankle sprain atau keseleo adalah cedera pada ligamen pergelangan kaki, paling sering di sisi luar, saat kaki terpelintir ke dalam. Keseleo sering dianggap sepele, padahal tanpa penanganan yang tepat dapat meninggalkan nyeri dan rasa goyang yang berkepanjangan.
Gejala yang Sering Muncul
Nyeri dan bengkak di sisi luar pergelangan kaki.
Memar yang muncul dalam 1–2 hari.
Sulit atau nyeri saat menapak dan berjalan.
Pergelangan kaki terasa tidak stabil.
Kapan perlu rontgen atau ke dokter?
Tidak bisa menapak empat langkah, baik segera setelah cedera maupun saat diperiksa.
Nyeri tekan di tonjolan tulang pergelangan kaki (sisi luar atau dalam) atau di tulang kaki bagian tengah.
Bentuk pergelangan kaki berubah, atau kaki baal dan dingin.
Tanda-tanda ini merupakan bagian dari Ottawa ankle rules, panduan yang dipakai tenaga kesehatan untuk menilai kemungkinan patah tulang.
Penanganan yang Dianjurkan
Hindari imobilisasi terlalu lama. Pedoman klinis menganjurkan imobilisasi (misalnya gips) paling lama 10 hari bila memang diperlukan, lalu beralih ke penanganan fungsional.
Penyangga fungsional seperti ankle brace atau taping selama 4–6 minggu lebih dianjurkan daripada imobilisasi.
Latihan terapi sebaiknya dimulai sejak awal untuk memulihkan gerak, kekuatan, dan keseimbangan.
Terapi manual (mobilisasi sendi) dapat membantu memperbaiki gerak pergelangan kaki bila dikombinasikan dengan latihan.
RICE (istirahat, es, kompresi, elevasi) saja tidak cukup. Penjelasan prinsip penanganan awal yang lebih lengkap ada di artikel Cryotherapy kami.
Kenapa Keseleo Sering Kambuh?
Dalam 1–4 tahun setelah keseleo, sebagian orang masih mengalami nyeri atau rasa goyang, dan sebagian keseleo lagi.
Hingga 40% orang yang keseleo dapat berkembang menjadi ketidakstabilan pergelangan kaki kronis.
Penyebabnya antara lain ligamen yang belum pulih sempurna, otot yang melemah, dan keseimbangan yang menurun.
Mencegah Keseleo Berulang
Latihan (keseimbangan, kekuatan, koordinasi) menurunkan risiko keseleo berulang sekitar 38%.
Brace atau taping saat olahraga menurunkan risiko keseleo berulang sekitar 70%.
Kembali berolahraga secara bertahap, setelah keseimbangan dan kekuatan kaki sudah pulih.
An ankle sprain is an injury to the ankle ligaments, most often on the outside, when the foot rolls inward. Sprains are often seen as minor, but without proper care they can leave long-lasting pain and instability.
Common Symptoms
Pain and swelling on the outside of the ankle.
Bruising that appears within 1–2 days.
Difficulty or pain when standing and walking.
The ankle feels unstable.
When do you need an X-ray or a doctor?
You cannot take four steps, either right after the injury or when examined.
Tenderness over the ankle bones (outer or inner) or over the midfoot bones.
The ankle looks deformed, or the foot is numb and cold.
These signs are part of the Ottawa ankle rules, which health professionals use to assess the chance of a fracture.
Recommended Treatment
Avoid long immobilisation. Guidelines advise immobilisation (such as a cast) for no more than 10 days if needed, then moving on to functional treatment.
Functional support such as an ankle brace or tape for 4–6 weeks is preferred over immobilisation.
Exercise therapy should start early to restore movement, strength and balance.
Manual therapy (joint mobilisation) can help improve ankle movement when combined with exercise.
RICE (rest, ice, compression, elevation) alone is not enough. Our Cryotherapy article explains early-care principles in more detail.
Why Do Sprains Keep Coming Back?
One to four years after a sprain, some people still have pain or instability, and some sprain again.
Up to 40% of people with a sprain develop chronic ankle instability.
Reasons include incompletely healed ligaments, weaker muscles and reduced balance.
Preventing Repeat Sprains
Exercise (balance, strength, coordination) lowers the risk of a repeat sprain by about 38%.
A brace or tape during sport lowers the risk of a repeat sprain by about 70%.
Return to sport gradually, once balance and leg strength have recovered.
ReferensiReferences
- Vuurberg G, Hoorntje A, Wink LM, van der Doelen BFW, van den Bekerom MP, Dekker R, et al. Diagnosis, treatment and prevention of ankle sprains: update of an evidence-based clinical guideline. Br J Sports Med. 2018;52(15):956. BJSM ↗
Keseleo tidak kunjung pulih atau sering kambuh?Ankle sprain not healing or keeps coming back?
Latihan yang terarah membantu memulihkan fungsi pergelangan kaki dan mengurangi risiko keseleo berulang. Konsultasikan dengan fisioterapis kami.Targeted exercise helps restore ankle function and lowers the risk of repeat sprains. Talk to our physiotherapists.
Setiap program diawali pemeriksaan. Jenis terapi ditentukan fisioterapis sesuai kondisi Anda.Every program starts with an assessment. The type of therapy is decided by the physiotherapist based on your condition.Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan. Bila keluhan berat, memburuk, atau disertai gejala lain, segera periksakan diri.This article is for education and does not replace an in-person assessment by a health professional. If your symptoms are severe, getting worse or accompanied by other symptoms, seek care promptly.
